Writy.
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Writy.
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
Indonesia Masuk Dua Besar Ketahanan Energi Dunia, Ini Strategi Dibaliknya

Indonesia Masuk Dua Besar Ketahanan Energi Dunia, Ini Strategi Dibaliknya

admin by admin
May 3, 2026
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

Lembaga Keuangan JP Morgan menempatkan Indonesia di posisi kedua dari 52 negara sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik di dunia di tengah gejolak geopolitik. Pengakuan ini menegaskan bahwa berbagai tata kelola energi nasional yang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunjukkan hasil nyata.

Bahlil mengakui kondisi energi nasional saat ini jauh dari ideal. Indonesia yang dulu pernah menjadi eksportir minyak dan anggota The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) kini berbalik menjadi importir. Produksi minyak dalam negeri hanya mencapai 605 ribu barel per hari, sementara konsumsi nasional sudah menyentuh 1,6 juta barel per hari.

You might also like

Karhutla 2026 Bisa Rugikan Rp123 Triliun, CELIOS Kritik Anggaran Penanganan yang Minim

September 5, 2026
Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

August 18, 2026

“Dalam kondisi ini kita harus putar otak bagaimana caranya harus mencapai kemandirian energi,” kata Bahlil saat memberikan sambutan pada acara Business Forum Himpunan Alumni IPB University di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5).

Namun pada tahun 2025 mencatat satu capaian yang berbeda. Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, produksi minyak nasional berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN. Bagi Bahlil, ini bukan sekadar angka. Ini adalah hasil dari keputusan-keputusan yang selama ini dihindari.

Salah satunya adalah menghadapi kenyataan bahwa ribuan sumur minyak di Indonesia sudah sangat tua dimana sebagian warisan era kolonial Belanda dibiarkan tidak produktif meski cadangan di dalamnya masih ada. Pemerintah mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menggunakan teknologi baru agar sumur-sumur itu bisa kembali berproduksi dengan kompensasi berupa insentif dari negara serta melibatkan masyarakat setempat untuk turut mengelola sumur minyak secara legal.

Lebih jauh lagi, ada ratusan wilayah eksplorasi yang sudah ditemukan potensinya, sudah ada rencana pengembangannya di atas kertas, namun bertahun-tahun tidak dieksekusi. Untuk yang satu ini, pemerintah memilih pendekatan lebih tegas.

Blok Abadi Masela, misalnya, yang mangkrak hampir tiga dekade, akhirnya bergerak setelah pemerintah memberi tenggat tegas kepada operator pengelola. “Kalau you (INPEX) gak jalanin 6 bulan, saya cabut. Dan Alhamdulillah sekarang sudah tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC)nya,” jelas Bahlil.

Hasilnya, proyek senilai USD21 miliar di Maluku kini telah memasuki tahap lelang konstruksi. Sementara itu, di Kalimantan Timur, temuan baru di Blok Ganal diproyeksikan mulai berproduksi secara signifikan pada 2029.

Di sektor BBM, capaian yang paling dirasakan masyarakat adalah penghentian impor solar pada 2026, yang menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya hal ini tercapai dalam sejarah.

Keberhasilan ini ditopang oleh kebijakan mandatori biodiesel yang diterapkan secara bertahap selama hampir satu dekade, dengan pencampuran solar dan minyak sawit yang kini mencapai 40% dan direncanakan meningkat menjadi 50% pada Juli mendatang. Dengan skema ini, sebagian kebutuhan solar yang sebelumnya dipenuhi dari impor kini dapat digantikan oleh produk berbasis sawit yang diproduksi di dalam negeri.

Terinspirasi dari keberhasilan tersebut, pemerintah kini menyiapkan langkah serupa untuk bensin. Bahlil bahkan melakukan kunjungan ke Brasil, negara yang telah lebih dulu menerapkan mandatori pencampuran etanol. Ia menilai bahwa bahan bakunya, seperti singkong, jagung, dan tebu, tersedia melimpah di Indonesia. Pemerintah pun menargetkan kebijakan pencampuran etanol sebesar 20% pada bensin dapat mulai diterapkan pada 2028. “Kalau kita mandatori 20%, berarti kita kurangi impor bensin 8 juta kiloliter,” tegasnya.

Untuk gas rumah tangga, tantangannya berbeda. Indonesia mengimpor 7,47 metrik ton (MT) Liquefied Petroleum Gas (LPG) per tahun karena produksi dalam negeri, sekitar 1,94 MT, hanya mampu memenuhi seperlima dari kebutuhan nasional. Ditambah lagi subsidi LPG menelan hampir Rp80-87 triliun per tahun dari kas negara.

Sebagai jalan keluar, pemerintah mengembangkan Compressed Natural Gas atau CNG, gas yang dipadatkan dan dikemas dalam tabung, yang diklaim 30 hingga 40 persen lebih murah dibanding LPG. Teknologi ini sudah diujicobakan di restoran dan sejumlah dapur program makan bergizi gratis, dan sedang disiapkan untuk pasar rumah tangga.

Di tengah upaya tersebut, pemerintah tengah melakukan penyesuaian terhadap sumber pasokan minyak mentah. Sebelumnya Indonesia banyak bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz. Kini sumber impor disebar dari Afrika, Amerika, hingga Rusia. “Kalau bapak presiden berangkat untuk cari minyak, itu bukan jalan-jalan. Kita jalan kerja memikirkan 280 juta nyawa yang ada di bangsa ini,” ungkap Bahlil.

Pemerintah juga memberikan jaminan yang langsung menyentuh kepentingan sehari-hari masyarakat. “Sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP 100 dolar AS, insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik,” tegasnya.

Ketahanan energi, menurut Bahlil, tidak dibangun melalui satu kebijakan besar dalam waktu singkat, melainkan melalui rangkaian langkah strategis yang dilakukan secara bertahap. Mulai dari optimalisasi sumur yang belum produktif, percepatan pengembangan blok migas, hingga pengelolaan impor yang lebih terarah, seluruhnya menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi energi nasional.

admin

admin

Related Stories

Karhutla 2026 Bisa Rugikan Rp123 Triliun, CELIOS Kritik Anggaran Penanganan yang Minim

by admin
September 5, 2026
0

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Bukan hanya merusak lingkungan, bencana ini juga berpotensi menimbulkan...

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

by admin
August 18, 2026
0

Gempa Nusa Tengga Timur (NTT) memaksa pemerintah bergerak cepat menyalurkan logistik dan menyiapkan pengungsian bagi warga terdampak. Hingga Senin, 17...

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

by admin
August 14, 2026
0

Pemerintah menunda pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 melalui lokapasar hingga 1 November 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat. Keputusan ini...

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

by admin
August 13, 2026
0

Presiden Prabowo Subianto akan berpidato soal Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat, 14 Agustus 2026. Pidato itu...

Next Post
Tragedi di Kapal Pesiar Atlantik, 3 Orang Tewas Diduga Kena Wabah Hantavirus

Tragedi di Kapal Pesiar Atlantik, 3 Orang Tewas Diduga Kena Wabah Hantavirus

JakartaUrban.Com

Jakarta, Gaya Anda.

  • Redaksi
  • About Us
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us

© 2025 JAKARTAURBAN.COM

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2025 JAKARTAURBAN.COM