Writy.
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Writy.
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

admin by admin
August 14, 2026
in Teknologi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Anthropic mengambil langkah baru untuk menandai konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan di balik Claude tersebut menerapkan teknologi watermark tak terlihat pada teks yang dihasilkan model AI-nya.

Langkah ini dirancang agar keterlibatan Claude dalam pembuatan sebuah teks dapat lebih mudah diketahui. Anthropic menjelaskan bahwa sistem tersebut juga berkaitan dengan upaya memenuhi ketentuan transparansi dalam EU AI Act, khususnya aturan mengenai identifikasi konten yang dibuat AI.

You might also like

AI Makin Pintar, Mark Zuckerberg Tegaskan Satu Hal: Kendali Harus Tetap di Tangan Manusia

AI Makin Pintar, Mark Zuckerberg Tegaskan Satu Hal: Kendali Harus Tetap di Tangan Manusia

August 18, 2026
ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

August 7, 2026

Berbeda dengan tanda air pada foto atau dokumen yang biasanya dapat dilihat secara langsung, watermark Claude berada di balik teks.

Anthropic menggunakan pola statistik dalam pemilihan kata ketika Claude menghasilkan tulisan. Pola tersebut dirancang agar tidak mengubah makna maupun kualitas tulisan, tetapi tetap dapat menjadi tanda yang menunjukkan kemungkinan keterlibatan Claude.

Dengan mekanisme tersebut, sebuah tulisan dapat tetap terlihat seperti teks biasa bagi pembaca. Namun, sistem pendeteksi dengan kunci yang sesuai nantinya dapat digunakan untuk mencari pola watermark tersebut.

Anthropic juga menyatakan bahwa watermark dapat tetap mengikuti teks ketika hasil tulisan disalin dan ditempel ke tempat lain.

Bukan hanya teks, Anthropic juga menyiapkan mekanisme penanda untuk file yang dibuat menggunakan Claude.

Untuk sejumlah format file, termasuk SVG, PNG, dan JPG, perusahaan menggunakan metadata asal-usul digital berbasis standar C2PA. Metadata ini dirancang untuk memberikan informasi mengenai asal sebuah konten dan membantu proses verifikasi.

Namun, sistem pada file berbeda dengan watermark teks. Metadata digital dapat hilang ketika file mengalami perubahan format atau proses tertentu yang menghapus informasi asal-usulnya. Karena itu, keberadaan maupun ketiadaan metadata tidak selalu dapat dijadikan bukti mutlak mengenai siapa yang membuat sebuah file.

Anthropic memberikan catatan penting mengenai teknologi ini.

Adanya watermark tidak otomatis membuktikan bahwa Claude merupakan pencipta asli sebuah tulisan. Claude bisa saja digunakan untuk membantu menyunting, menerjemahkan, atau memproses teks yang sebelumnya dibuat manusia.

Sebaliknya, teks yang tidak memiliki watermark juga tidak serta-merta membuktikan bahwa tulisan tersebut sepenuhnya dibuat manusia. Teknologi watermark memiliki keterbatasan dalam menentukan asal-usul sebuah karya secara absolut.

Karena itu, fungsi utama teknologi ini lebih berkaitan dengan provenance atau jejak keterlibatan AI, bukan menentukan siapa yang menjadi penulis sebuah karya.

Kebijakan penandaan ini diterapkan pada model Claude yang dirilis mulai 2 Agustus 2026 dan secara bertahap akan diperluas ke model-model sebelumnya. Anthropic menyatakan penerapannya dilakukan secara global, bukan hanya untuk pengguna di Uni Eropa.

Keputusan tersebut muncul ketika regulasi mengenai transparansi konten AI mulai semakin ketat. EU AI Act mewajibkan konten sintetis tertentu dapat diidentifikasi sebagai hasil atau bantuan AI.

Anthropic sebelumnya menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan teknologi besar juga bergerak menuju penerapan mekanisme transparansi serupa.

Penerapan watermark ini berpotensi memberikan dampak besar bagi pengguna AI, terutama mereka yang menggunakan Claude untuk membuat tulisan, kode, maupun berbagai jenis dokumen.

Di satu sisi, teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan transparansi. Pembaca, institusi pendidikan, perusahaan, dan organisasi lainnya memiliki cara tambahan untuk mengetahui apakah AI kemungkinan terlibat dalam pembuatan sebuah konten.

Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai bagaimana watermark tersebut akan digunakan dan ditafsirkan. Sebuah tanda bahwa Claude terlibat tidak selalu berarti seluruh isi konten dibuat oleh AI.

Anthropic sendiri berencana menyediakan lebih banyak informasi dan perangkat untuk membantu mendeteksi watermark tersebut. Dengan begitu, teknologi penanda AI diharapkan tidak hanya menjadi fitur tersembunyi, tetapi juga bagian dari ekosistem verifikasi konten digital.

Langkah Anthropic ini menandai babak baru dalam perkembangan AI. Persaingan perusahaan teknologi kini tidak hanya berkutat pada siapa yang memiliki model paling pintar, tetapi juga bagaimana hasil kerja AI dapat dikenali, dilacak, dan dipertanggungjawabkan.

admin

admin

Related Stories

AI Makin Pintar, Mark Zuckerberg Tegaskan Satu Hal: Kendali Harus Tetap di Tangan Manusia

AI Makin Pintar, Mark Zuckerberg Tegaskan Satu Hal: Kendali Harus Tetap di Tangan Manusia

by admin
August 18, 2026
0

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) menuju kemampuan yang semakin canggih memunculkan pertanyaan besar: siapa yang seharusnya memegang kendali atas teknologi tersebut?...

ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

by admin
August 7, 2026
0

Itel secara resmi meluncurkan smartphone entry-level terbarunya di Indonesia yang dinamakan Itel Power 80. Ponsel yang diproduksi oleh vendor di...

AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

by admin
August 3, 2026
0

Persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China memasuki babak baru. Kali ini, robot humanoid menjadi salah satu medan pertarungan...

Bocoran iQOO Neo 11S: Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan

Bocoran iQOO Neo 11S: Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan

by admin
July 31, 2026
0

Muncul kabar jika iQOO akan segera meluncurkan ponsel seri Neo terbaru di pasar Tiongkok. Kemudian laporan awal ini menyebutkan rencana...

Next Post
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

JakartaUrban.Com

Jakarta, Gaya Anda.

  • Redaksi
  • About Us
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us

© 2025 JAKARTAURBAN.COM

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2025 JAKARTAURBAN.COM