Writy.
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Writy.
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
Bukan Cuma NIK KTP, 5 Data Ini Sering Diincar buat Bobol Rekening

Bukan Cuma NIK KTP, 5 Data Ini Sering Diincar buat Bobol Rekening

admin by admin
June 1, 2026
in Teknologi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kelompok penjahat siber ternyata tak cuma mengincar Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP sebagai pintu masuk untuk menguras habis isi rekening korbannya. Akses penuh untuk mengeksekusi transaksi ilegal di sektor perbankan kini juga bertumpu pada penguasaan informasi data pribadi lainnya yang lebih spesifik.

Berdasarkan panduan keselamatan digital dari Otoritas Jasa Keuangan serta rilis teknis Perhimpunan Bank Nasional, berikut adalah lima data digital selain NIK KTP yang paling sering diincar oleh pelaku kejahatan siber untuk membobol akses perbankan:

You might also like

AI Makin Pintar, Mark Zuckerberg Tegaskan Satu Hal: Kendali Harus Tetap di Tangan Manusia

AI Makin Pintar, Mark Zuckerberg Tegaskan Satu Hal: Kendali Harus Tetap di Tangan Manusia

August 18, 2026
Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

August 14, 2026

1. Kode One-Time Password (OTP)
Kode verifikasi sekali pakai yang dikirimkan melalui SMS atau aplikasi pesan ini merupakan target utama pelaku kejahatan siber. Berdasarkan analisis penipuan dompet digital dan perbankan, kode OTP berfungsi sebagai kunci final untuk otoritas transaksi dan pendaftaran perangkat baru.

Pelaku umumnya menggunakan teknik rekayasa sosial (social engineering) untuk memanipulasi psikologis korban agar bersedia menyerahkan kode rahasia ini secara sukarela.

2. Card Verification Value (CVV atau CVC)
CVV merupakan tiga digit angka terakhir yang tertera di bagian belakang kartu debit atau kredit berlogo prinsipal internasional maupun nasional. Dalam modus kejahatan phishing dan carding, data ini wajib dimiliki pelaku untuk mengeksekusi transaksi online ilegal tanpa perlu menggunakan kartu fisik nasabah.

Informasi CVV ini sering kali terekam melalui situs belanja palsu atau merchant pihak ketiga yang sistem keamanannya telah disusupi.

3. User ID dan password atau PIN mobile banking
Kombinasi kredensial masuk (login credentials) ke aplikasi mobile banking atau internet banking digunakan pelaku untuk mengambil alih kendali penuh akun nasabah.

Menurut data yang dihimpun oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, pencurian data ini marak terjadi lewat tautan phishing yang menyerupai halaman resmi perbankan atau melalui perangkat lunak berbahaya (malware) seperti keylogger yang terpasang di perangkat korban tanpa disadari.

4. Nama ibu kandung
Dalam sistem keamanan perbankan, nama ibu kandung dikategorikan sebagai mother’s maiden name yang berfungsi sebagai sistem verifikasi identitas tingkat tinggi. Merujuk laman resmi OCBC Indonesia, data ini merupakan kunci verifikasi terakhir yang digunakan petugas bank untuk memvalidasi nasabah saat melakukan aktivitas berisiko tinggi.

Pelaku siber memburu data ini agar dapat melakukan penyamaran identitas (impersonation) saat menghubungi layanan call center untuk membuka pemblokiran akun, melakukan reset PIN, atau mengubah nomor telepon transaksi nasabah.

5. Masa berlaku kartu
Format bulan dan tahun kedaluwarsa kartu beserta 16 digit nomor kartu yang tertera di bagian depan merupakan satu paket informasi finansial yang kritis.

Dalam skema kejahatan card skimming, pelaku menyalin data ini secara ilegal menggunakan alat pemindai khusus yang dipasang pada mulut slot mesin ATM atau mesin EDC transaksi, kemudian menggunakannya untuk menduplikasi instrumen pembayaran nasabah secara digital.

admin

admin

Related Stories

AI Makin Pintar, Mark Zuckerberg Tegaskan Satu Hal: Kendali Harus Tetap di Tangan Manusia

AI Makin Pintar, Mark Zuckerberg Tegaskan Satu Hal: Kendali Harus Tetap di Tangan Manusia

by admin
August 18, 2026
0

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) menuju kemampuan yang semakin canggih memunculkan pertanyaan besar: siapa yang seharusnya memegang kendali atas teknologi tersebut?...

Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

by admin
August 14, 2026
0

Anthropic mengambil langkah baru untuk menandai konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan di balik Claude tersebut menerapkan teknologi...

ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

by admin
August 7, 2026
0

Itel secara resmi meluncurkan smartphone entry-level terbarunya di Indonesia yang dinamakan Itel Power 80. Ponsel yang diproduksi oleh vendor di...

AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

by admin
August 3, 2026
0

Persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China memasuki babak baru. Kali ini, robot humanoid menjadi salah satu medan pertarungan...

Next Post
ASUS ExpertBook Ultra, Terbaik untuk CEO dan CTO di Era AI Computing

ASUS ExpertBook Ultra, Terbaik untuk CEO dan CTO di Era AI Computing

JakartaUrban.Com

Jakarta, Gaya Anda.

  • Redaksi
  • About Us
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us

© 2025 JAKARTAURBAN.COM

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2025 JAKARTAURBAN.COM