Writy.
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Writy.
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
Cara Jitu Agar BRK Syariah Semakin Sehat

Cara Jitu Agar BRK Syariah Semakin Sehat

admin by admin
April 1, 2026
in Finance
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Provinsi Riau melakukan gebrakan besar dalam kebijakan fiskal dan perbankan daerah pada awal 2026. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, terang-terangan mendorong seluruh kegiatan investasi baru di Bumi Lancang Kuning untuk menempatkan dana operasional mereka di PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah.

Ini langkah yang cukup berani dan berisiko, namun dari sisi dampak, tentu saja tidak main-main. Cara ini secara tidak langsung akan “mengikat” perputaran uang hasil investasi agar tidak lari ke luar daerah, melainkan menetap sehingga memperkuat struktur permodalan bank pembangunan daerah (BPD) itu.

You might also like

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

April 1, 2026
Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

April 1, 2026

Inisiasi ini bukan tanpa alasan, kata Plt Gubernur Riau. Selama ini, BPD hanya dipandang sebagai perbankan alternatif meski upaya perbaikan kualitas dari semua lini sudah dioptimalkan. Harapannya, keberlangsungan bisnis BRK Syariah tetap terus terjaga, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dioptimalkan.

Secara tak langsung, lewat cata ini, pemegang saham ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan memiliki daya tahan likuiditas yang tinggi. “Iya, tahun ini kita sudah dorong setiap ada kegiatan investasi baru, mereka simpan dananya di BRK Syariah. Biar hidup juga bank daerah kita,” kata SF Hariyanto, sekitar awal tahun lalu.

Cara mengawalnya juga tidak main-main. Lewat mekanisme penempatan dana akan diintegrasikan langsung ke dalam proses perizinan investasi. Artinya, investor yang ingin menanamkan modal di Riau harus menunjukkan komitmen untuk melibatkan BRK Syariah dalam aktivitas keuangan mereka.

Dengan demikian, kehadiran modal asing maupun domestik akan memberikan dampak konkret bagi kesehatan finansial daerah dan bank daerah. “Semua investor yang masuk ke Riau wajib menyimpan dananya di BRK. Itu salah satu upaya agar BRK tetap hidup,” ujarnya.

Secara teknis, setiap investor yang mengajukan izin akan diminta menempatkan dana operasional maupun anggaran investasinya melalui rekening di BRK Syariah. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada tahun 2026 sebagai syarat administratif yang diimbau keras dalam proses perizinan.

Memutus Aliran Dana ke Luar Daerah

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau tengah menyusun skema detail agar kebijakan ini berjalan mulus.

Kepala DPMPTSP Riau, Vera Angelika OK, mengungkapkan bahwa selama ini terjadi ketimpangan ekonomi di mana banyak perusahaan besar beroperasi dan mengeruk sumber daya di Riau, namun seluruh transaksi keuangannya justru dilakukan melalui bank-bank di Jakarta atau luar negeri.

Kondisi tersebut menyebabkan potensi pajak dan perputaran uang di Riau tidak maksimal. Melalui skema baru ini, investor didorong menggunakan BRK Syariah untuk berbagai transaksi strategis, mulai dari penempatan modal kerja, pembayaran vendor, hingga penggajian karyawan (payroll).

“Kalau sudah begitu, aktivitas perputaran uang dari kegiatan bisnis tidak lagi terpusat di luar daerah,” kata Vera Angelika kepada Bertuahpos belum lama ini.

DPMPTSP telah berkoordinasi dengan direksi BRK Syariah untuk menyiapkan produk perbankan yang kompetitif. Pemerintah menyadari bahwa investor juga membutuhkan nilai tambah dan layanan yang prima agar penempatan dana tersebut tetap menguntungkan secara bisnis.

“Kami juga sadar, ketika investor menempatkan uang mereka di BRKS tentu harus ada sesuatu yang bisa mereka dapatkan. Soal itu sudah kami bahas bersama direksi BRKS,” tambahnya.

Dampak Multiplier Effect bagi Ekonomi Riau

Dari sisi makroekonomi, masuknya dana investasi ke BRK Syariah akan memberikan efek domino yang positif. Dengan meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK), BRK Syariah akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, terutama bagi pelaku UMKM di Riau.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, menyambut positif kebijakan ini sebagai bentuk dukungan nyata dari pemegang saham.

Menurutnya, keterlibatan investor dalam ekosistem BRK Syariah akan menurunkan biaya dana (cost of fund) bank, sehingga bank dapat memberikan margin pembiayaan yang lebih murah kepada masyarakat.

“Kami tentu sangat support sekali. Bagi kami ini salah satu bentuk kepedulian pemegang saham untuk mendukung likuiditas BRK Syariah, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan bank yang lebih berkelanjutan,” ungkap Fajar Restu kepada Bertuahpos, Maret lalu.

Fajar menekankan bahwa kebijakan ini tidak mewajibkan investor menanamkan modal dalam persentase tertentu, melainkan hanya mewajibkan penggunaan rekening giro BRK Syariah sebagai pusat perputaran dana usaha. Dengan memiliki giro, secara otomatis likuiditas bank akan menguat.

“Dengan memiliki giro di BRK Syariah, otomatis dana pihak ketiga tersimpan di bank daerah. Ini memperkuat struktur pendanaan kami,” ujar Fajar.

Selain fokus pada perbankan, Pemprov Riau juga memperketat pengawasan terhadap kepatuhan fiskal perusahaan. Integrasi data perizinan kini memungkinkan pemerintah untuk memantau jumlah tenaga kerja, domisili pekerja, hingga potensi pajak kendaraan bermotor dan pajak air permukaan secara lebih akurat.

Selama ini, pusat-pusat industri seperti pabrik kelapa sawit sering kali melakukan transaksi di luar daerah, yang menyulitkan daerah dalam memetakan kontribusi ekonomi riil. Dengan mewajibkan transaksi di bank daerah, pemerintah memiliki transparansi data yang lebih baik untuk mengoptimalkan penerimaan daerah.

“Penempatan dana investor di bank daerah akan memperkuat likuiditas perbankan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” pungkas SF Hariyanto.

Melalui sinergi antara kebijakan perizinan, penguatan BPD, dan pengawasan pajak, Riau optimistis dapat menciptakan iklim investasi yang tidak hanya ramah bagi pengusaha, tetapi juga memberikan keuntungan maksimal bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Riau di masa depan.

Di usia BRK Syariah yang ke-60 tahun, dirinya berharap BPD ini semakin bisa diandalkan — terutama sebagai daya ungkit perekonomian masyarakat dan semakin berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.

“Harapan kita pastinya seperti itu lah ya. Sebagai pemegang saham, besar harapan kami agar BPD ini bisa berkontribusi lebih untuk masyarakat dan pemda,” ujarnya di Pekanbaru, Selasa, 31 Maret 2026.***

Tags: Bank Riau Kepri SyariahBRK SyariahBRKS
admin

admin

Related Stories

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

by admin
April 1, 2026
0

Suasana berbeda terasa di halaman Kantor Pusat BRK Syariah, Pekanbaru, Rabu pagi (1/4/2026). Dalam balutan busana Melayu lengkap yang dikenakan...

Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

by admin
April 1, 2026
0

PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 31...

Update Harga Emas Pegadaian 26 Maret 2026

by admin
March 26, 2026
0

Harga emas di Pegadaian pada Kamis, 26 Maret 2026, berdasarkan pembaruan terbaru, harga beli tabungan emas berada di angka Rp27.620...

Rekor Baru! Transaksi QRIS Meroket 133 Persen, Digitalisasi Finansial Kian Masif

Rekor Baru! Transaksi QRIS Meroket 133 Persen, Digitalisasi Finansial Kian Masif

by admin
March 18, 2026
0

Tren digitalisasi keuangan di Indonesia semakin menunjukkan taringnya pada awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan lonjakan drastis pada penggunaan Quick Response Code...

Next Post
Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

JakartaUrban.Com

Jakarta, Gaya Anda.

  • Redaksi
  • About Us
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us

© 2025 JAKARTAURBAN.COM

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2025 JAKARTAURBAN.COM